rasanya baru kemarin, menikmati indahnya gemerisik daun bambu dan desir
kabut dusun kita
lalu kita telusuri jalan yang menarikan dingin
kita
pun berteduh pada rindu yang merimbun hingga pagi
aku tak salahkan
matahari yang datang dari timur, menepis kabut menjadi terang
tapi
setidaknya cahaya telah menjawab segalanya
gemerisik itu haya
kamuflase
menguntai ketika senja tiba
maka selamat
tinggallah
/29.09.2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar