Sebatang ranting patah, menyisahkan serut tajam yang menyemak di daun
asa
Secarik sinar menggeliat, menghantam gelombang jiwa hingga
tersungkur
Jangan lantunkan lagi lagu sendu, selayak padang yang
rindukan rintik hujan
Atau kau taburkan embun seperti lembah
mengimpikan mata hari
Sebab risauku telah memberangus semuanya hingga
ke akar
Baiknya kugali saja tanah, mengubur tentang segala, hingga
bayangmupun tak berupa
/Lubuklinggau, 23082014
@Cerita Sutina
Tidak ada komentar:
Posting Komentar