ada yang hilang ketika angin kencang membawaku ke hulu
gedung, pohon,
dan hutan bergemuruh
seakan meneriakkan kegalauan yang
tiba-tiba
kita harus berpisah
setelah langkah letih kita
berserak di sepanjang jalan
di dermaga PUSRI
di Pulau Kemaro
di atas
sampan
di kemacetan jalan raya
di lorong-lorong Pasar 16
di bawah
jembatan AMPERA
di tepi pelabuhan Musi yang sibuk
menyeruput jeruk
hangat
menikmati tekwan
dan buah duku yang baru musim
Selanjutnya
akan menyimpulkan 'rindu-rindu'
@Bumi Sriwijaya-15092014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar