Selasa, 30 September 2014

KITA HARUS BERPISAH

ada yang hilang ketika angin kencang membawaku ke hulu
gedung, pohon, dan hutan bergemuruh
seakan meneriakkan kegalauan yang  tiba-tiba
kita harus berpisah
setelah langkah letih kita berserak di sepanjang jalan
di dermaga PUSRI
di Pulau Kemaro
di atas sampan
di kemacetan jalan raya
di lorong-lorong Pasar 16
di bawah jembatan AMPERA
di tepi pelabuhan Musi yang sibuk
menyeruput jeruk hangat
menikmati tekwan
dan buah duku yang baru musim
Selanjutnya akan menyimpulkan 'rindu-rindu'


@Bumi Sriwijaya-15092014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar