langkah pun harus berakhir
setelah sepekan menuai padi bernas yang
menghampar di sawahsawah
lalu mengumpulkan padi yang menggunung
itu ke lumbung
entahlah, apakah aku mampu mengiriknya setelah
berpanas, berdingin
memaknai setiap cucuran yang berbicara
lalu
membawanya pulang ke kampungku yang sepi
langit Lancang Kuning mulai
meredup
melepas langkah-langkah pandak yang beringsut lesu
ada
kegalauan yang meresah
melihat altar sawah yang riuh, tiba-tiba hening
sepi
meja, kursi, dinding, dan tirai di hotel Pangeran melambai
lesu
akankah waktu kembali menyemai benih di sini?
entahlah
sewindu,
dua windu, atau berwinduwindu akan mengental
menguning lalu
mengkristal dalam gubukgubuk pengganti lumbung yang tumpah
@Pekanbaru, 14092014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar