(sumbu
rinduku)
Mak,
matahari baru saja hendak membukit
ketika
hutan kita yang ranggas bermahkota cahaya
menjadi
saksi tentang rinduku yang melambung
kuraup
bening air dari perut bumi dusun kita
kubasuhkan
pada telapak kakimu yang anggun kekar
telapak
kaki yang lembut
telapak
kaki yang melahirkan surga dalam lafas doa
Mak
kubasuh
kucium
kakimu yang basah
kaupun
membiarkan gerimis langit rasaku
jatuh
hangat di ujung telapakmu satu-satu
Mak,
liku yang menyisir di lereng bukit
bernyanyi
ria
mengantarkan
aku pada perjalanan panjang
yang
tersurat pada setiap gerat kaki
aku
akan selalu merindukanmu, Mak
seperti
malam yang merindukan bulan
tersenyum
di ujung bukit Selepah
atau
segelisah Endikat yang gemuruh jatuh di luang-luang cadas
tempatmu
menanamkan benih juang sejak dulu
Mak/Ulu Endikat, 30 Juli 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar