Rabu, 02 Juli 2014

LANGKAH





(1)
Pijar pun meredup
Bulanku berbicara hanya pada dua purnama
ah terimakasih mimpi
akhirnya aku beradu, ketika dua puluh enam purnama diam
di langit, deras hujan masih tercurah
menusuk-nusuk diammu yang kuamuk;
diri pun terdampar di negeri dongeng
negeri yang tak pernah ada dalam mimpi


(2)
Aku kehilangan bayu rindumu
yang melindap pada amarah petang itu
secangkir kopi
kusedu tanpa gula

 (3)
Langkahpun surut ke belakang
ini keputusan
aku benci kisah cinta yang tumbuh petang
juga pada mimpi-mimpi yang dijual seribu tiga di pinggir jalan

(4)
Akhirnya kupetik jua setangkai luka
berdarahdarah mencencang telaga



/Lubuklinggau,6/4/2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar