kelopak
bunga itu gugur satu-satu
musim telah memberangus kukuhnya tangkai
serangga kecil menatap pedih;
pada apa aku bersanding untuk menikmati
sari yang tersimpan di tiap kelopak?
sang tangkai hanya melemparkan
senyum bias
lalu senyum itu ditelan matahari yang menghitam
@ Kepedihan
Sutina-13/7/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar