Riap
daun itu becerita;
di balik lembarnya ada kamu
ahai! mengapa harus
bersembunyi seperti ulat kecil
yang takut disambar perjak yang
bertengger?
Angin berbicara "Lihat Sutina, betapa ia sangat kerdil
bukan?
Masihkah engkau mengimpikan kebersamaan padanya?
Ia tak lebih
seperti tangkai yang mengulai, dan sebentar lagi akan patah"
Langitpun berbicara "Sutina! jangan pedulikan, bukankah jauh sebelumnya
engkau pun ingin pergi darinya? Seberapa banyak kebohongan-kebohongan
yang ia biarkan memuai? Lari Sutina!"
Terakhir, air yang mengalir dari bukit;
"Tuntaskan, cukup! Catat dan camkan!!"
Sutina
tersenyum sembari menutup buku kusamnya
O, alangkah bayak yang bersetia ; riap daun, angin, langit, air, dan bukit
silih berganti menggamit-gamitnya penuh rasa
"Ya! Tuntas!" Sutina memejamkan mata
tanpa sendu
tanpa air mata
@Catatan Sutina.- 20/7/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar