Kamis, 08 Mei 2014

TENTANG



Berlembar-lembar catatan usang  muncul kepermukaan
Seperti pasukan tentara yang kalah
Kuyuh dan kotor
Entah mana akan kubaca?
Terlalu banyak yang harus kuabadikan dalam kata
Ku pungut satu-satu; kuelus, kumaknai
Satu catatan berkarat, dan aku tercampak karenanya
Satu lagi pun sama, hingga kulumat selumat-lumatnya
O belum usai pada catatan kusam yang mengulai di genggaman
kembali selembar kertas  memanggil-manggil penuh kerinduan
Akankah aku membacanya?
Lalu  berlembar-lembar pula catatan yang  akan tertoreh dengan perasaan luka?  
Lalu pada akhirnya tercampak dan kembali  melumatnya?

Angin, aku tak hendak!!   
Selayak pelangi ku ingin warna-warni keindahan menggores kertas-kertasku dengan warna lembut, tanpa keluh dan air mata.  
Sebagaimana keabadian yang kau hembuskan pada tiap buritan  yang setia pada laut dan pantai 


@ Tentang, 8 Mei 2014




Tidak ada komentar:

Posting Komentar