Berlembar-lembar catatan usang muncul kepermukaan
Seperti pasukan
tentara yang kalah
Kuyuh dan kotor
Entah mana akan kubaca?
Terlalu
banyak yang harus kuabadikan dalam kata
Ku pungut satu-satu; kuelus, kumaknai
Satu catatan berkarat, dan aku tercampak karenanya
Satu lagi pun sama,
hingga kulumat selumat-lumatnya
O belum usai pada catatan kusam yang mengulai
di genggaman
kembali selembar kertas
memanggil-manggil penuh kerinduan
Akankah aku membacanya?
Lalu berlembar-lembar pula catatan yang akan tertoreh dengan perasaan luka?
Lalu pada akhirnya tercampak dan kembali melumatnya?
Angin, aku tak hendak!!
Selayak pelangi ku ingin warna-warni
keindahan menggores kertas-kertasku dengan warna lembut, tanpa keluh dan air
mata.
Sebagaimana keabadian yang kau
hembuskan pada tiap buritan yang setia pada laut dan pantai
@ Tentang, 8 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar