Telah kutatap lekat-lekat
ketika senja dua puluh satu
membimbingku untuk selangkah pada derapmu
sebait sajak
‘kau’ dan ‘aku’ melantun rindu
Ada irama usang membuncah merah
bergelayut dibenakku, benakmu;
‘bila kuingat kala itu, betapa aku benci
padamu’
Derai tawaku kubiarkan tumpah
meski terselip luka
ketika kau tinggalkan aku tanpa kata
/Senja
02101202013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar