Rabu, 07 Mei 2014

SUARA-SUARA




(1)

Lalu sejengkal perut mengerang
berbelit melilit  di atas roda
berbasuh peluh

lalu desahan nafas yang tersengal
bertempur  dengan asap kentut knalpot
resah menggelisah

lalu peluh berbalut rusuh
menjilat legam kulit yang terbakar
garing menjera

lalu lelah

di atas lintingan nipah nasib meliuk tak sempurna
jiwajiwa luka menyisih di pinggiran jalan kotor berlacak
terhimpit 
sepi
Becak becak!
Sepi
Takdir menyisip di sepanjang jalan
Sepi
Lapangan, terminal, sampai ke tepi sungai Kelingi
Sepi
Lalu mimpi bergelantung senyap sunyi

Becak… becak!
Sebingkai nasib; menggadai hari ini
Sepi

(2)

Oii
andai di atas langit ada langit
di atas bumi ada bumi
di atas angin ada angin
ingin ku sunting sejumput langit
sejumput bumi
sejumput angin
lalu kurangkai menjadi peraduan
setelah lelah menakhlukan matahari

Oii
Andai peluh lelahku yang menyungai
Gemericik di atas asa muskilku
‘kan kuciptakan hujan dari langitku
‘kan kusemai pada bumiku
‘kan ku tabur pada anginku
Seperah peluh yang melekat di daging-daging dukaku


Oiii
Andai sebutir saja asaku mewujud
tak akan kuberdiri di sini selayak bangkai
kering garing
melarat di atas bumi
seribu gagal kumiliki

                                        /Lubuklinggau, 9 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar