Rabu, 07 Mei 2014

RUKUK; MAHA ADA

 
Di tubir jendela rumah kita
masyuk bercengkrama sendiri
bercerita tentang rindu
gelisah dan cinta

hamparan senyap sunyi
pedih menyembilu
miris di lengkung mata

aku harus belajar pada benci
agar sayup sunyi menepi?
dan panggar bambu yang merebah
semakin rukuk pada yang Maha Ada



/Pintu April’2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar