Di tubir jendela rumah kita
masyuk bercengkrama sendiri
bercerita tentang rindu
gelisah dan cinta
hamparan senyap sunyi
pedih menyembilu
miris di lengkung mata
aku harus belajar pada benci
agar sayup sunyi menepi?
dan panggar bambu yang merebah
semakin rukuk pada yang Maha Ada
/Pintu April’2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar