Sayang
tak kutemukan sisa rembulan untuk kujadiakan
lentera di atap rumah kita
Awan yang bertandang terlalu pekat untuk dapat
ditembus cahaya
Baiklah,
akan kuundang seribu kunang
untuk
dapat membacamu dari 'a' hingga 'z'
Akan
kurangkai menjadi seribu puisi yang tercecer di sepanjang jalan
jadi
penghias diding-dinding rumah kita sebagai catatan jiwa yang paling berharga
@Lubuklinggau,
27/4/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar