Kamis, 08 Mei 2014

MEMBACAMU



Sayang
tak kutemukan sisa rembulan untuk kujadiakan lentera di atap rumah kita
Awan yang bertandang terlalu pekat untuk dapat ditembus cahaya
Baiklah,
akan kuundang seribu kunang
untuk dapat membacamu dari 'a' hingga 'z'
Akan kurangkai menjadi seribu puisi yang tercecer di sepanjang jalan
jadi penghias diding-dinding rumah kita sebagai catatan jiwa yang paling berharga

 @Lubuklinggau, 27/4/2014











Tidak ada komentar:

Posting Komentar