Sebait catatan biru
Ketika dua puluh dua datang di
purnama ke dua
Mengirim jenjang-jenjang cinta
yang tersendat sekian lama
Menggerat pada perjalanan yang
memait
Lalu
Pada purnama empat belas
yang paling penuh
Segala lupa
Cinta mekar di ujung waktu
Lalu?
Kembali jatuh pada hari ke lima
Dua puluh berujung satu
Dimana sang malaikat turut
menyanjung sucinya
Ke sepuluh Jumat yang sama
/24 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar