Rinai mengembang pagi ini
Membasuh jiwa yang hendak terbang
jauh
tersesat di rimba bumi
kaki pun melangkah sendu
pada tapak yang tak pernah
terlihat
tangkai bulan pun telah condong
tatkala nyanyian surga menggiur
bermain pada altar tersuram
dadaku
ibu
cemara laut begitu sayu
membelenggu jiwa ringkihku
tersungkur pada kamuflase biru
ibu
renggut jiwaku
/Lubuklinggau, 19 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar