Kamis, 08 Mei 2014

HARUSNYA



Pada apa kubuang  sapa?
Ketika semua tubir  senyap  diam
Mungkin tetap pada laut dan ombakku yang menghempas-hempas
Lalu tetap pada  pantai dan pasir yang berbutir-butir

Harusnya lembab laut menjelangku dengan senyum
lalu memelukku dengan sebingkis rindu senja ini
Bercanda bersama sanset,
lalu memuisikannya
Tapi itu tidak
Aku hanya  mematung dalam sengak  yang menduka, dan tak tahu harus kubuang kemana
Duh! Benakpun bercandu
Seribu kunang-kunang bermain dibenak
satu persatu menari, 
membiarkan jiwa ringkihku menggeranting kering

/Bengkulu, 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar