Pada apa kubuang sapa?
Ketika semua tubir senyap
diam
Mungkin tetap pada laut dan ombakku yang menghempas-hempas
Lalu tetap
pada pantai dan pasir yang
berbutir-butir
Harusnya lembab laut menjelangku dengan senyum
lalu memelukku
dengan sebingkis rindu senja ini
Bercanda bersama sanset,
lalu memuisikannya
Tapi itu tidak
Aku hanya mematung dalam sengak yang menduka, dan tak tahu harus kubuang
kemana
Duh! Benakpun bercandu
Seribu kunang-kunang bermain dibenak
satu persatu menari,
membiarkan jiwa ringkihku menggeranting kering.
/Bengkulu, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar