Rabu, 07 Mei 2014

DI LEMBAR HALIMUN



 Duh,
Nyaris tak kudengar kicau merdu lewat bibirmu
Ketika di persimpangan kita berjalan tanpa lambai
Membawa segumpal rasa tanpa asa
terbenam diam menguliti  masa
terus berlalu
berlalu

di lembar halimun kutahu itu
ada putik yang berulang mekar
membawa secawan cerita yang kita simpan samasama

duh.
Salahkah jika  sebait garis  menggores
menyisahkan segaris  ‘rasa’ 
atau cukup wujud dalam cerita;
tentang sepasang cucu Adam dan Hawa



/22-1-2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar