Rabu, 07 Mei 2014

CATATAN TENTANG RINDU



 
(1)
Dan putik itu bangkit dari kuncupnya
berlari membawa mimpimimpi
di pangkal senja
jelang asa sepenuh hari
selayak angin Februari
yang jatuh pada hitungan dua puluh dua

(2)
Pada biji kopi sudah kuhitung hari-hari
dimana tonggak bambu kan semakin mengukuh
melambai gemerisik dengan rindunya yang riuh
di sudut mata tersisa tangis
amboi
kemana arah angin meraba
yang tersisa harap semata

(3)
Hujan yang menirai pagi ini, masih bening
selayak embun yang pernah kita peluk di lembah
kau tahu arti setia?
waktu telah menyimpannya di bilik paling dalam
hatiku

(4)
Kapankah kan kau jelang aku?
Ketika jemari menari lentik dengan pedih?
mencatat semua tentangmu dengang jiwa
derai ombak dan cemara mengulum senyum
ketika mata terpejam menunggu bibirmu yang rindu
lalu menikam pada latar rindu yang paling dalam
kasihku


/1 April 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar