(Butir 1)
Andai nan lalu bisa ku raih kembali
ku ingin pungut serpihan-serpihan yang sengaja
kutelantarkan
Merangkainya kembali hingga lelah,
bersama reriak air dan cahaya yang memantul di
langitmu
Sayang
tak sempat camar
bernyanyi
ketika lalu-lalang itu menjarit untuk kuabadikan dalam
catatan kecil kita
Samudra pun berkata 'sucikan hatimu'
Samudra pun berkata 'sucikan hatimu'
(Butir 2)
Denyut nadi pun berpacu
saling silang menatap nyalang
jiwa pun melayang
terdampar di ujung ranting kering
saling silang menatap nyalang
jiwa pun melayang
terdampar di ujung ranting kering
(Butir 3)
Biarlah debur itu menghujam jantung hingga luruh
berbait puisi akan lahir
bersama gerat-gerat yang kuracik dengan mata resah
berbait puisi akan lahir
bersama gerat-gerat yang kuracik dengan mata resah
(Butir 4)
Rinai mengembang pagi ini
Adakah yang paling indah selain
dicintai dan hidup ini berarti untuk orang lain??
(Butir 5)
Mengalir dalam sedan dini hari
pecah sayup menyelungsup
mulutpun mengatup
pecah sayup menyelungsup
mulutpun mengatup
(Butir 6)
Biarlah debur itu menghujam jantung
hingga luruh
berbait puisi akan lahir
bersama gerat-gerat yang kuracik dengan mata resah
berbait puisi akan lahir
bersama gerat-gerat yang kuracik dengan mata resah
(Butir 7)
Di pasir tetap membulir jenjang
rinduku
hanya untukmu
hanya untukmu
/Bengkulu-Lubuklinggau, 14-16 Maret
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar