Lihatlah kasih
sisa tapak yang telah kita
rangkai
di pepasir waktu yang kadang putih dan kelabu
kau dan aku hanyut bersama
waktu
menggelar kasih dalam irama
syahdu
dan lahirlah tiga permata bening
wujud cintamu dan ku yang
berwarna biru
Lihatlah kasih
sisa genggam jemari kita
yang bertaut
terkadang merenggang
karena tataran hidup
kadang tak seindah goresan
yang kita rajut
kau dan ku terpanggang dalam
hambar yang tak bermula
atau jatuh cinta di pagi
buta
Lihatlah kasih
seberkas cahaya emas yang
membias
memandikan punggungmu
punggungku
dalam sujud
mengukir hidup
merenda doa
agar bermakna
dan kita gelar tikar
selalu dalam hitungan ke
lima
/Rawamangun, 11 Mei 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar