Tun
malam ini
kembali kurenda cerita
tentang sepaut
hati yang tak pernah ada
yang datang
menggoda di petang hari
bias
bertingkap malam
Tun
malam ini ke
renda cerita
tentang sisi
dadaku yang terluka
disulut si tua
dengan bara merah
panas membakar
dalam gelisah
dan amarah
Tun
malam ini
kurenda cerita
tentang rindu
yang tak pernah tergelar
tentang
temali yang tak bebuhul
tentang ranjang
yang kering
dan kelambu yang
kerontang
tentang langkah
pedihku surut ke belakang
berbalut benci
karena angin
buritan yang berkibas
sekadar mengusikku
yang belum lelap
/Rawamangun, 13
Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar