Rabu, 11 April 2012

AKU KALAH



Andai dedaun adalah lembaran tentang hitam dan putih,
maka akan  kugores kisah perjalanan hidup papa yang mengurap sejak lama.
Juga sisa gelisah yang beriak-riak menggugah rasa hingga mimpimimpiku 
mengambang di angin yang hilir mudik, mengibas gelisah petang pagi
Pucuk pinus bak temali mengungkung renjau asa bersama sisa tapak yang tertinggal
Jilatan ombak tak hapus pupus
‘tuk mengusir rinduku pada nyanyian ombak yang ku dan kau rilis saban hari
meski dendam dan benci telah kuramu bersama angin, air, laut, dan ombak
bebuih jua yang halus mengelus
hingga aku menangis lelah dan menyerah
kau tak pernah hilang dalam sapa
dan aku kalah



  /Bengkulu’ 2012



Tidak ada komentar:

Posting Komentar