*pada gobank
kutapuk
pucuk dedaun yang merimbun
berbenih
cahaya cinta
gemerlap
di altar maya
di
sana kau dan aku becengkrama
mekar
dan berbunga
ahai,
telah
kau dan ku rangkai tembang cinta
lamat,
mendesah
menerjang
lautan nan maha
melintas
entah berapa Selat dan Samudra
menggiring
asa
yang
tersulam di dinding-dinding hari
bertabur
bintang dan pelangi
rindu
terkapar
meniti
masa yang berlari
kau
dan aku bermimpi
biar
ku ulur seutas jemari
‘tuk
simpul gelisahmu yang beku
sebab
pucuk Kelud pun tahu
pada
setiap kerat tapak
yang
kita titi ditepian curam dan berduri
meski
jauh terbenam dalam angan
kita
biarkan sesat dalam kesadaran
cinta
tak patuh dengan jarak dan waktu
hasrat
pun tumbuh
menyentuh tak tersentuh
biarkan
selimut rindu mekar
dan
rimbunnya gelisah terus bernyanyi
menunggu
esok pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar