Rabu, 11 April 2012

MIMPI KITA



                                                    *pada gobank

kutapuk pucuk dedaun yang merimbun
berbenih cahaya cinta
gemerlap di altar maya
di sana kau dan  aku becengkrama
mekar dan berbunga

ahai,
telah kau dan ku rangkai tembang cinta
lamat, mendesah
menerjang lautan nan maha
melintas entah berapa Selat dan Samudra
menggiring asa
yang tersulam di dinding-dinding hari
bertabur bintang dan pelangi

rindu terkapar
meniti masa yang berlari
kau dan aku bermimpi

biar ku ulur  seutas jemari
‘tuk simpul gelisahmu yang beku
sebab pucuk Kelud pun tahu
pada setiap  kerat tapak
yang kita titi ditepian curam dan berduri

meski jauh terbenam dalam angan
kita biarkan sesat dalam kesadaran
cinta tak patuh dengan jarak dan waktu
hasrat  pun tumbuh
menyentuh tak tersentuh

biarkan selimut rindu mekar
dan rimbunnya  gelisah terus bernyanyi
menunggu esok pagi




                       /Lubuklinggau, 26 Maret 2012






Tidak ada komentar:

Posting Komentar