Mencibir
bibir pada tangkai nasib
menggelantung
terkulai
dan
tercampak
Pada
lembah penerimaan tak
jerit
membelatung
mengurai
mengaung
diam dengan sayap hampa
Mata
mengernyit pada putik keputusasaan
ahai,
berdendang
memencar
berderai
menggingit
daging kehambaan
hitam
berkabut di atas kelam
sakit
menggilas keperihan
Akhirnya
serah jua
pada
yang empunya kuasa
dan
semua ada di tanganNya
dan
aku pasrah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar