Rabu, 25 April 2012

INTERUPSI, TUHAN


 
Tuhan, interupsi
Hari ini tak henti kami memohon
Di altar berkahMu yang maha suci
Ketika perang, dan angkat senjata merajam nafsu birahi

Kau sanding  moleknya zamrud khatulistiwa
Berbungkus Ramadhan dan dirgahayu negeri tercinta
Bertabur bunga dan wewangian surga
dari Sabang hingga Marauke

Interupsi Tuhan
Meski berbias wajah malu
Dan ingkar tak  terbilang
Di teras rahmadMu yang suci
Tak henti
Mengais ridhoMu yang maha itu

                                     /Lubuklinggau, Akhir Sept’2011







Tidak ada komentar:

Posting Komentar