INTERUPSI, TUHAN
Tuhan, interupsi
Hari ini tak henti kami memohon
Di altar berkahMu yang maha suci
Ketika perang, dan angkat senjata merajam nafsu birahi
Kau sanding moleknya zamrud khatulistiwa
Berbungkus Ramadhan dan dirgahayu negeri tercinta
Bertabur bunga dan wewangian surga
dari Sabang hingga Marauke
Interupsi Tuhan
Meski berbias wajah malu
Dan ingkar tak terbilang
Di teras rahmadMu yang suci
Tak henti
Mengais ridhoMu yang maha itu
/Lubuklinggua Akhir Sept'2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar