Jumat, 13 April 2012

HATI NAN TERCAMPAK


Fajar nan merah
Membias indah di sela cakrawala
Begitu indah
Begitu damai
Begitu ceria
Namun angin berhembus membawa mega
Menembus duka
Mengukir nestapa
Menembus derita
Kabut kian hitam menebal
Gelap,
Semakin pekat

Duh mendung yang kelam
Kenapa kau campakkan aku?
Yang melambung d iantara tunas awan biru
Ah!
Adakah hidup ini telah kandas
Kandas dalam alunan derita
Kini
Tiada lagi tampak rona kutemui
Tiada lagi cahaya indah menyelimuti
Sunyi semakin ranum menggelayut diri
Sepi semakin galau merayap diri
Kini,
hati ini tercampak lagi


Agustus'88

Tidak ada komentar:

Posting Komentar