Rabu, 11 April 2012

GARIS PANJANG


GARIS PANJANG


Langit nan terang
Melukiskan nyanyian panjang
diantara gelombang awan
impian menari riang
dalam hentakan yang tak jelas

Diantara irama nyanyian satwa malam
Kutanam satu impian buram
yang terbentang tak jelas
Samar diarakan pekat
Mengental dalam satu harap

Ai…
Gambaran “takdir” bergaris panjang
Sungguh ku tak hendak!!
Melangkah asing diantara usia merangkak renta
Jiwa menangis,
Memberontak tak berdaya
Mengapa ‘jelaga’ jua nan ada
Tak adakah sela ‘tuk ku bersandar manja
Tak berdaya pada satu titian yang terhadapi
Menangis tanpa air mata
Ah, kembali padaMu jua yang punya kuasa
Merangkai perjalanan nasib anak manusia
Yang hanyut pada satu ‘dosa’?
Menuntut satu hak yang sengaja tergadai dalam uraian waktu nan panjang

 
Ai…
Lukisan “takdir” bergaris panjang
Sungguh ku tak mau!
Melangkah diantara keinginan satu padaMu

Kalbu terseret,
Pada langkah yang tertahan pahit

Dalam hentakan nafas yang tersisi
Entah seberapa jauh,
Adakah ‘kan terisisa sisih indah sebagai hikma?
Demi nubari yang lama terkubur gunda
Demi mimpi yang lama terbenam resah
Demi harap yang lama terjerat lara

Ai….
Lukisan “takdir” yang terbentang panjang
Ku ingin lurus tanpa cela
Demi cinta Murni yang kau tebarkan harum dihamparan ayatMu Yaa Allah
Dan aku ingin tanpa dosa



***


             
                                                                                                  /Awal Maret ‘08


Tidak ada komentar:

Posting Komentar