GARIS PANJANG
Langit
nan terang
Melukiskan
nyanyian panjang
diantara
gelombang awan
impian menari
riang
dalam
hentakan yang tak jelas
Diantara
irama nyanyian satwa malam
Kutanam satu
impian buram
yang terbentang
tak jelas
Samar
diarakan pekat
Mengental
dalam satu harap
Ai…
Gambaran
“takdir” bergaris panjang
Sungguh ku
tak hendak!!
Melangkah
asing diantara usia merangkak renta
Jiwa
menangis,
Memberontak
tak berdaya
Mengapa
‘jelaga’ jua nan ada
Tak adakah sela
‘tuk ku bersandar manja
Tak berdaya pada satu titian yang
terhadapi
Menangis tanpa air mata
Ah, kembali padaMu jua yang punya
kuasa
Merangkai perjalanan nasib anak
manusia
Yang hanyut pada satu ‘dosa’?
Menuntut satu hak yang sengaja
tergadai dalam uraian waktu nan panjang
Ai…
Lukisan “takdir” bergaris panjang
Sungguh ku tak mau!
Melangkah
diantara keinginan satu padaMu
Kalbu
terseret,
Pada langkah
yang tertahan pahit
Dalam
hentakan nafas yang tersisi
Entah
seberapa jauh,
Adakah ‘kan
terisisa sisih indah sebagai hikma?
Demi nubari
yang lama terkubur gunda
Demi mimpi
yang lama terbenam resah
Demi harap
yang lama terjerat lara
Ai….
Lukisan
“takdir” yang terbentang panjang
Ku ingin
lurus tanpa cela
Demi cinta
Murni yang kau tebarkan harum dihamparan ayatMu Yaa Allah
Dan aku ingin
tanpa dosa
***
/Awal Maret ‘08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar